Oiii Keledai Mak Oiiii Refleksi November

Oiii Keledai Mak Oiiii Refleksi November

“Apakah kau yakin ini tak akan terulang lagi!”

Sejarah adalah pertentangan masa sekarang dan masa lalu untuk masa depan yang baik. Setidaknya begitulah, banyak cakap yang selalu hinggap di kepala ini dan tumbuh jadi kepercayaan sedari dulu. Sampai suatu masa dimana masa itu seperti terulang lagi, bahwa ini untuk kesekian kali. Langit begitu kelam, semua menjadi bayangan, dan aku kembali bertualang dengan ketidakpastian.Sedari dulu matahari selalu menyinari bumi dan kehidupan, namun matahari membuat panas dan gerah para manusia dan kemudian orang-orang murk.

Matahari tak lagi dipercayai untuk menyinari dan orang-orang berkemas untuk berumah dalam diri sendiri.Matahari, apakah kau punya bayangan? Setidaknya di bumi dan semesta yang kau sinari. Satu per satu mulai murka padamu. Bahwa berulang kali kau ucapkan sajak Rendra, dan berulang kali pula kau mejadi keledai dungu untuk menggali liang kubur untuk cahayamu sendiri.Bahkan di ujung kenihilanmu, kau menggantungkan leher dan imanmu pada jalan lain yang selama ini susah payah kau bangun di atas puing-puing renaissance dan kemegahan filsafat.

Kau mencoba mengenali bau amis darah, warna tanah, dan sedikit berkompromi tentang makna surga di dunia. Akankah semua akan bisa kau kenali satu persatu, atau kau sedang kehilangan dirimu dalam sendiri.Matahari, di senja kala, kau ditelan bulat-bulat oleh mulut laut, walau tak ada yang menyangsikan kau akan hadir di ufuk timur keesokan hari, ooooiii mak ooiii, malam itu panjang sekali, apakah kau hanya akan mengikuti siklus alam. Sementara keyakinan kecil dalam hidup acap kali berdendang bahwa tak ada yang evolutif dalam realitas sosial.Berulang kali kau sanksi akan dunia yang monolitik, sampai kau tergoda oleh Kahn dan melihat perimbangan peradapan antara sensasi dan imaji.

Tetapi apakah kau akan bermoral seperti Kahn dengan imperatif kategorisnya? Alah, dungu sekali kau seperti keledai beban.Aku sudah memberikan kau berbagai kitab, Art of War-nya Sun Tsu, untuk kau bisa mengasah lakumu. Tak kurang juga aku sisipkan The Prince-nya Machiavelli untuk kau menjadi binatang sosial dan mengerti kalau alam ini keji.

Matahari, sebentar lagi kau akan memilih untuk menancapkan umurmu di semesta ini, di bumi mana kau akan tanam namamu, sebab hidup harus memilih dan jangan pilih kasih atau belas kasihan kalau kau mau dan mau. Berulang kali Nietczhe memilin kupingmu bahwa kehendak ada dalam diri dan dunia. Bahwa setiap orang adalah kehendak, dan perang adalah pemaksaan kehendak, lalu kehendak siapa yang akan menang!