Legislator NasDem Harus Jadi Agen Perubahan

Legislator NasDem Harus Jadi Agen Perubahan

Palu, Metrosulawesi.com - Memasuki hari ke dua sekolah legislatif Partai NasDem yang diikuti 88 peserta dari seluruh anggota DPRD NasDem dari kabupaten, kota, provinsi se-Sulteng dan Sulbar, di Hotel Jazz, Palu, Jumat (8/1/2016), tampil membawakan materi masing-masing Plt Sekjen DPP Partai NasDem Nining Indra Shaleh dan Wakil Sekjen Willy Aditya.

Willy: Sekolah Legislatif Melahirkan Legislator Berkualitas 

Pembicara pertama pada pukul 08.00 Wita, Willy Aditya mengatakan, seluruh anggota DPRD dari Nasdem diberikan pemahaman soal ideologi partai, serta pemahaman soal fungsi kedewanan.

“Sekolah legislatif ini untuk mewujudkan harapan rakyat melalui aktualisasi legislator yang efektif dan berwibawa dan merakyat. Serta diperuntukkan secara khusus untuk memberikan tambahan wawasan dan referensi sebagai anggota dewan," katanya.

Melalui sekolah legislatif itu juga, kata Willy, setiap kader NasDem yang duduk sebagai wakil rakyat dapat mengetahui fungsinya dengan baik dan bisa menempatkan diri dengan agenda rakyat.

Meskipun sekolah legislatif yang digelar di Sulteng yang diikuti dua wilayah itu  agak sedikit terlambat karena telah masuk urutan ke 32 seluruh provinsi yang telah lebih dahulu menggelar sekolah legislatif. Namun, tidak mengurangi semangat seluruh kader untuk mengikutinya.

“Kader Nasdem yang duduk di legislatif sebagai estalase perjuangan karena Nasdem lahir sebagai gerakan perubahan dengan membawa agenda perubahan, dan gerakan itu diharapkan bisa lahir dari wakil rakyat kader Nasdem” katanya.

Willy juga menambahkan, dalam kurikulum dibahas sejumlah materi seperti fungsi DPR, yakni anggaran, pengawasan dan legislasi. Selain itu, peran aspiratif DPR dan kurikulum sistem ketatanegaraan. 

“Dalam sekolah legislatif diajarkan materi etika dan etiket anggota dewan sehingga para kader mempunyai penampilan baik, berperilaku dan bertutur sopan," tambahnya.

Menurutnya, sekolah kader lebih luas dari sekolah legislatif karena diperuntukan bagi semua kader Nasdem baik yang berada di eksekutif, legislatif atau bidang-bidang lain. Materi yang diajarkan antara lain, ideologi, visi-misi dan program partai, ideologi negara, konstelasi politik nasional dan global, lembaga-lembaga negara dan hubungannya. 

"Pokoknya, mencakup banyak bidang, seperti politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan dan keamaman dan media,” paparnya.

Tujuan utama mendirikan sekolah legislatif untuk merubah mindset kader partai agar lebih baik. Bahkan, sebelum sekolah ini dibentuk, Partai NasDem melakukan perekrutan calon legislatif (caleg) secara selektif dan ketat. Sehingga, setiap caleg yang terpilih bisa menempatkan diri dalam membangun daerah.

Karena itu, dia menilai pentingnya kehadiran sekolah legislatif di setiap daerah. Bahkan dia berharap kepada seluruh kader agar mengikuti pendidikan yang diberikan dengan serius. 

“Kegiatan ini juga bisa dilaksanakan oleh partai lain. Sebab, ketika seorang kader berada di DPR, dia tidak lagi berbicara kepentingan partai, tapi kepentingan masyarakat luas meski berasal dari partai berbeda,” katanya.

Legislator Nasdem Dilarang Gadaikan SK

Secara terpisah, Willy Aditya kepada Metro Sulawesi mengaku, DPP Nasdem telah memberlakukan aturan  tegas terkait perilaku wakil rakyat yang menggadaikan SK ke Bank.

"Kita tegas, kalau ada legislator Nasdem menggadaikan SK ke Bank, sanksi pecat menanti,"ujarnya saat berbincang bersama Metro Sulawesi.

”Larangan itu secara nasional telah diberlakukan. Ini sebagai bentuk komitmen Partai Nasdem sebagai partai pengusung perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Pada pandangan Partai Nasdem, jadi anggota dewan, bukanlah untuk gagah-gagahan dan hidup dengan gaya hedonis, bukan untuk mencarai kekayaan atau uang sampai harus  menggadaikan SK.

"Menjadi anggota dewan, berati mengabdikan diri untuk masyarakat. Untuk apa gagah-gagahan, sementara masyarakat diwakili suaranya, masih banyak hidup dalam kesusahan,” katanya.