Nasdem : Cagub Sumsel Ditentukan Oleh Potensi Kemenangan Calon

Nasdem : Cagub Sumsel Ditentukan Oleh Potensi Kemenangan Calon

PALEMBANG – Pemilihan Gubernur Sumsel masih dua tahun lagi. Geliat politik sudah mulai bermunculan, beberapa nama mulai muncul baik yang menggerakan partai politik maupun yang belum menggunakan partai politik.

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) sendiri terlihat mulai muncul, bersama Nasdem, Syahrial Oesman (SO) mulai bersosialisasi ditengah masyarakat bahkan dirinya sudah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Gubernur Sumsel.

Namun Nasdem sampai saat ini secara resmi belum menentukan figur siapa Bakal Calon Gubernur yang akan diusung. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Nasdem, Willy Aditia saat ditanya apakah Nasdem sudah menetapkan SO sebagai bakal calon Gubernur Sumsel, disela sela Rapat Koordinasi khusus wilayah Sumsel, tidak menjawab secara tegas.

“Pilgub Ini masih jauh, masih 2 tahun lagi. Kita bersukur pak SO  dengan ketokohannya, tentu ini kemudian  menjadi basis bagi  partai Nasdem,” ujarnya disela agenda  Rapat Koordinasi Khusus Wilayah Sumsel, di Asrama Haji (30/08).

Alumnus UGM ini menegaskan jika Nasdem mengusung tidak  hanya mengusung tapi Nasdem ingin menang. Dirinya memberikan ilustrasi yang sering digunakan Surya Paloh. Bertanding itu pasti kalah tapi kalo ingin menang  diperlukan usaha, strategi dan  modal.

Willy menambahkan sosialisasi dalam rangka meningkatkan elektabilitas SO tentu mengikutkan Partai Nasdem Karena SO adalah ketua DPW Sumsel

“Dengan Pak SO sudah melakukan sosialisasi dan  kerja-kerja  elektoral tentu yang  mengikuti partai, SO  kan ketua DPW  begitu dia melakukan sosialisasi masif,  benefitnya  juga ke partai. Ketokohannya tambah kuat partai berjalan. Effect electoral itu yang kita harapkan. Masalah keputusan,  2018 nanti baru kita rumuskan secara formal. Keputusan akan kita ambil  berdasarkan  potensi kemenangan kandidat,” jelas Willy.

Ketika disinggung apakah Nasdem terbuka jika mengusung kadindat lain yang juga kader Nasdem atau yang diluar kader,  Herman Deru, Susno Duaji dan lain lain. Willy menyatakan kemungkinan itu bisa saja karena Nasdem partai terbuka.

Willy mencontohkan pilkada Karawang, Jawa Barat (Jabar) dimana Nasdem mengusung Saad Mustafa yang saat itu kader Demokrat. Di Jabar, Nasdem lemah,  Namun ketika dipegang Saad Mustafa Nasdem bergerak luar biasa. Benefit untuk partai luar biasa.

“Terkait Deru dan SO Saya ingin tandaskan Nasdem tidak melihat latar belakang jabatan di Nasdem. Tapi melihat potensi kemenangan dan benefit apa yang didapat partai. Ini  Indikatornya, ” ujarnya

Willy menambah dengan contoh kembali,  Ada bupati yang kader Nasdem tapi tidak diusung karena potensi menangnya tidak ada.

“Buat apa mengusung orang tapi tidak komit dengan partai Nasdem. Jangan membangun ketokohan sendiri sendiri tanpa menggerakan partai. Harus dua duanya berjalan,” imbuh Willy seperti memberi isyarat.

Untuk maju bertarung dalam Pilkada Gubernur tentu Nasdem harus menggandeng partai lain karena syaratnya minimal 15 kursi. Sedang kan Nasdem saat ini memiliki 5 kursi. Kemungkinan Nasdem maju bersama partai lain merupakan suatu keharusan. Namun  Willy menganggap masih terlalu dini untuk membicarakan komposisi pasangan calon.

“Hasil survey Pilgub Sumsel saat masih sangat cair kadindat tidak ada yang diatas 15 %. Artinya belum ada calon yang dominan dalam persaingan di pilkada ini. selain itu tiap partai juga masih butuh partai lain, masih terlalu dini untuk membicarakan komposisi pasangan calon,” ungkap Willy.

Terkait pertanyaan seputar latar belakang politik SO dan pendukungnya yang dikenal keras dan sebagai penguasa wilayah. Di penghujung, Willy menambahkan, setiap calon punya masa lalu dan punya pendukung fanatik. Tentu pendukung ini harus dikelola dengan baik. Pendukung sangat dibutuhkan saat tahapan deklarasi, pemilihan hingga pemenangan.

“SO pasti mempunyai pendukung Fanatik yang luar biasa, kelompok pendukung utama ini harus dikelola. Namun demikian Jika sudah terpilih, Gubernur harus berdiri diatas semua kepentingan,” tutup Alumnus S2 ITB ini.

Sumber berita : http://detak-palembang.com/nasdem-cagub-sumsel-ditentukan-oleh-potensi-kemenangan-calon/