NasDem Sebut Politik Mahar Merusak Calon Potensial

NasDem Sebut Politik Mahar Merusak Calon Potensial

Surabaya -- Partai NasDem mengklaim bebas dari tradisi politik mahar yang marak terjadi di setiap agenda politik seperti pilkada, pemilu, maupun pilpres. Partai yang mengusung tagline restorasi itu mengharamkan mahar politik karena praktik ini mengalahkan visi-misi kepemimpinan dan menyingkirkan tokoh-tokoh yang potensial.

Demikian disampaikan Wakil Sekjen DPP Partai NasDem, Willy Aditya, dalam bedah buku dan diskusi di Aula Soetandyo, FISIP Unair, Surabaya, kemarin. 

"Politik mahar juga berpotensi menjadikan orang tidak baik berkuasa dan memimpin sebuah daerah. Ini jelas berbahaya karena menyangkut potensi sumber daya alam di daerah tersebut," kata politisi sekaligus penulis buku "Moralitas Republikan" itu.

Ketua DPW NasDem Jatim bidang Agama dan Masyarakat Adat, Mochammad Eksan, menambahkan partai politik sebagai pilar demokrasi wajib mendorong kebijakan politik tanpa mahar, agar mampu menjaga moralitas bangsa. 

Sebab, kata dia, pesta demokrasi saat ini bukan hanya mengantarkan seseorang menjadi penguasa. "Harus memiliki tujuan yang lebih mulia, yaitu membawa perubahan ke arah yang lebih baik," kata anggota Komisi E DPRD Jatim itu.

Anggota Fraksi NasDem-Hanura DPRD Jatim itu mengaku dirinya punya pengalaman saat pilkada Jember. Saat itu, DPP Partai NasDem merekomendasi dr. Faida yang notabene bukan kader partai. 

"Tapi karena dr. Faida figur yang baik dan punya integritas, tetap kami dukung hingga menang saat pilkada 2015 lalu, dan saat ini menjadi bupati," kata dia.

Sumber berita : http://lampost.co/berita/nasdem-sebut-politik-mahar-merusak-calon-potensial