Manuver Lima Jenderal di Pentas Pilkada 2018

Manuver Lima Jenderal di Pentas Pilkada 2018

KLIKBALIKPAPAN.CO – Pelaksanaan pilkada serentak yang akan dilaksanakan di 171 wilayah pada Juni 2018, tak hanya menarik perhatian warga dari kalangan sipil. Sejumlah jenderal di institusi TNI dan Polri rupanya ikut kepincut merasakan panasnya persaingan merebut kursi gubernur.

Beberapa jenderal aktif dan non aktif digadang-gadang maju di Pilkada 2018. Sebagian dari mereka bahkan telah menyatakan siap mundur dari institusi TNI-Polri demi meraih kursi kepala daerah.

Beberapa nama, yaitu dari kalangan TNI, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Namanya masuk dalam bursa Cagub Jawa Tengah. Nama lain Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi yang akan maju di Pilkada Sumatera Utara.

Dari Komandan Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail yang disebut akan maju di Pilkada Maluku, lalu Wakil Kepala Lemdiklat Polri Irjen Anton Charliyan yang digadang-gadang maju di Pilkada Jabar.

Selanjutnya, Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw yang akan maju di Pilkada Papua, dan Kapolda Kaltim, Irjen Safaruddin yang kabaranya turut meramaikan bursa cagub Pilkada Kaltim.

Namun demikian, dari deretan nama para jenderal itu, belum semuanya santer aktif melakukan konsolidasi ke sejumlah partai dan secara terbuka memastikan diri akan maju di Pilkada 2018 mendatang.

Sejauh ini, tiga jenderal telah resmi mendaftar melalui partai politik. Siapa saja mereka? Ini profilnya, dihimpun dari pelbagai sumber:

1. Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Nama Gatot muncul di bursa Pilgub Jateng. Ia diusung DPC PPP Kota Solo, yang didukung koalisi Golkar dan Demokrat. Alasannya sang jenderal bintang empat ini berasal dari Tegal, Jawa Tengah.

Wakil Ketua DPC PPP Solo, Johan Safaat, mengatakan diusungnya Gatot lantara putera asli Jateng. “Masyarakat Jateng juga tidak asing lagi dengan beliau,” ujar Johan. Jika koalisi PPP, Golkar dan Demokrat sepakat mengusung Gatot, maka syarat minimal untuk mendukung kepala daerah sudah terpenuhi.

Saat ini PPP tercatat memiliki delapan kursi di DPRD Jateng, Golkar 10 kursi dan Partai Demokrat sembilan kursi.

2. Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi

Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi didaftarkan sebagai bakal calon Gubernur Sumut ke Partai Hanura. Dia didaftarkan calon pasangannya, Musa Rajeckshah.

Musa Rajeckshah merupakan pengusaha muda di Medan. Pria yang akrab disapa Ijeck ini merupakan sepupu dari artis dan Raline Shah. Ijeck mendaftarkan Edy Rahmayadi dan dirinya ke kantor DPD Hanura Sumut, di Jalan Kapten Muslim, Kompleks Ruko Griya, Medan, Jumat (28/7).

Kemudian pada 14 Agustus lalu, kuasa Edy, Ruslim Sembiring, bersama rombongannya mendatangi kantor DPD PDIP di Jalan Jamin Ginting, Medan untuk menyerahkan formulir pendaftaran. Sebelumnya, Edy juga telah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon gubernur Sumut ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sumatera Utara, Partai NasDem, di Jalan Wolter Monginsidi, Kota Medan, Jumat (11/8) sore. Dia juga diwakili kuasanya, Ruslim Sembiring,

Saat ditanya soal langkah politiknya itu, Edy yang juga Ketua umum PSSI malah enggan berkomentar banyak. "Doain aja," ucap Edy langsung menghindar dari kejaran media.

3. Irjen Paulus Waterpauw

Dari kalangan polisi, Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw resmi mendaftarkan diri jadi bakal calon Gubenur Papua melalui DPD Partai Golkar Papua pada 12 Juni lalu.

Paulus Waterpauw putra daerah yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Papua. Paulus mengaku akan mengikuti mekanisme resmi di kepolisian jika dia telah resmi ditetapkan sebagai cagub.

"Belum dapat restu semua dari pimpinan. Yang penting kan semua mekanisme akan dijalani," ujar Paulus.

Selain mendaftar sebagai bakal cagub di Partai Golkar, Paulus juga mendaftarkan diri di tiga partai lain yakni PDIP, Gerindra, dan PKS.

4. Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safaruddin mengaku telah mendaftar untuk ikut penjaringan bakal calon gubernur Kaltim melalui PDIP. Dia mengaku siap mundur dari kepolisian jika diusung sebagai cagub.

"Jadi begini saya kan mendaftar di PDIP di Jakarta, dan saya sudah menjalani fit and proper test. Kita tunggu rekomendasinya PDIP," kata Safaruddin kepada wartawan di Samarinda, Selasa (15/8).

"Diterima atau tidak. Ini kan baru melamar," ujar Safaruddin.

Ia mengaku tidak ada dorongan dari pihak lain untuk maju dalam Pilgub Kaltim. Murni keinginan pribadinya setelah dua tahun bertugas di Kaltim.

"Saya terpanggil untuk Pilgub. Kalau dulunya di bidang keamanan, nanti kan di bidang kesejahteraan masyarakat," terangnya.

Jika nantinya terpilih, pria kelahiran Sengkang, Sulawesi Selatan tahun 1960 itu, harus menanggung konsekuensi mundur dari kepolisian. "Aturannya kan begitu, ya harus mundur. Kalau kita mau ya harus tinggal. Saya harus mengundurkan diri nanti, sebelum pendaftaran ditutup, kalau diberikan rekomendasi," jelasnya.

5. Irjen Murad Ismail

DPP Partai Nasdem memastikan mendukung Komandan Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail sebagai calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maluku 2018 mendatang.

Sekretaris Bapilu DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, mengatakan keputusan itu diambil setelah Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, yang didampingi oleh Tim Tujuh Bapilu Nasdem, bertemu Murad Ismail di kantor DPP Nasdem pada Kamis, 28 September 2017.

Willy mengatakan, keputusan mengusung Komandan Korps Brimob Polri itu telah melalui proses di tim Bapilu DPP dan DPW Partai Nasdem.

"Nasdem melihat rekam jejak Murad Ismail yang bisa diterima oleh semua kelompok masyarakat Maluku. Lalu elektabilitas Murad Ismail yang terus menanjak," kata Willy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, 29 September 2017.

Sumber berita: http://www.klikbalikpapan.co/berita-8666-manuver-lima-jenderal-di-pentas-pilkada-2018.html