Posted on / by Willy Aditya / in Berita

Willy Aditya Serap Aspirasi Petani dan Peternak Sampang, Dorong Penguatan Ekonomi Daerah

Sampang – Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila melibatkan hasil pertanian dan peternakan lokal sebagai bagian dari rantai pasok. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Menurut Willy, selama berdialog dengan pemerintah daerah, petani, dan peternak, dirinya menerima aspirasi bahwa manfaat ekonomi Program MBG belum sepenuhnya dirasakan masyarakat karena sebagian besar kebutuhan bahan pangan masih didatangkan dari luar daerah.

Willy mendorong pemerintah daerah bersama penyelenggara MBG menyusun mekanisme kerja sama yang lebih terstruktur. Menurutnya, pemetaan kebutuhan bahan pangan serta kemitraan dengan kelompok tani dan peternak menjadi langkah penting agar pasokan dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah sinkronisasi. Pemerintah daerah, penyelenggara MBG, kelompok tani, hingga peternak harus duduk bersama menyusun kebutuhan dan kapasitas produksi. Dengan begitu petani bisa merencanakan pola tanam, sementara peternak dapat menyesuaikan produksinya,” jelasnya.

Selain itu, Willy juga menilai pemerintah daerah perlu memberikan pendampingan kepada pelaku usaha lokal agar mampu memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan dalam Program MBG.

“Kita ingin masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi bagian dari ekosistem Program Makan Bergizi Gratis sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Sampang,” tuturnya.

Ia berharap aspirasi yang diperoleh selama kunjungan kerja tersebut dapat menjadi masukan dalam penyempurnaan pelaksanaan Program MBG di tingkat nasional.

“Harapan kami sederhana, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya sukses meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak,” pungkas Willy.

Tinggalkan Balasan