Willy Aditya Ajak Masyarakat Sampang Membumikan Pancasila secara Kreatif
SAMPANG, JAWA TIMUR — Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi NasDem, Willy Aditya, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama masyarakat Sampang, Jawa Timur, pada 18 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Bahagia, Sampang, tersebut diikuti sekitar 160 peserta.
Mengusung tema “Kreatif Membumikan Pancasila”, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk membahas kembali nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam pemaparannya, Willy menekankan pentingnya Pancasila sebagai ideologi yang menjadi penuntun, penggerak, pemersatu perjuangan, sekaligus bintang pengarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, Pancasila harus terus dihidupkan melalui pemaknaan dan praktik yang relevan dengan perkembangan masyarakat.
“Pembumian Pancasila membutuhkan cara-cara yang komunikatif agar masyarakat dapat kembali merasa memiliki dan menyuarakan nilai-nilai Pancasila,” menjadi salah satu gagasan utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Sosialisasi Empat Pilar juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan dan pertanyaan mengenai posisi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah peserta mempertanyakan bagaimana masyarakat dapat turut memberikan tafsir dan menyuarakan Pancasila, manfaat Pancasila dalam kehidupan kebangsaan, serta sejauh mana DPR dan MPR dapat melibatkan masyarakat dalam pengamalan dan sosialisasi nilai-nilai Pancasila.
Selain Pancasila, kegiatan juga membahas konstitusi sebagai hukum dasar dalam penyelenggaraan negara. Materi mencakup kedudukan UUD NRI Tahun 1945 serta proses perubahan konstitusi yang dilakukan MPR pada periode 1999–2002.
Dalam konteks kehidupan kebangsaan saat ini, kegiatan tersebut menekankan pentingnya dialog publik sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Empat Pilar. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai bagian penting dalam percakapan mengenai arah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dari kegiatan tersebut, muncul sejumlah masukan. Peserta menilai sosialisasi Empat Pilar perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak terbatas pada kegiatan dengan waktu yang singkat. Pelibatan masyarakat dalam menginterpretasikan Pancasila juga dinilai perlu terus diperkuat agar Pancasila menjadi nilai yang hidup dalam keseharian.
Selain itu, diperlukan program-program kreatif yang dapat menjangkau generasi milenial sesuai dengan minat dan kesenangan mereka. Dialog publik yang lebih banyak dan berkualitas juga dipandang penting untuk menghasilkan kebijakan yang tepat bagi perkembangan Indonesia.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar ini, Willy Aditya berharap dialog antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus berkembang. Sosialisasi tidak hanya menjadi sarana menyampaikan pemahaman mengenai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, tetapi juga menjadi ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilaksanakan Willy Aditya di Jawa Timur pada 16–18 Juni 2026.
