Komisi XIII DPR Setuju Naikkan Anggaran 2027 Komnas HAM Rp 25 M
Willy awalnya menyampaikan adanya sorotan dari koalisi masyarakat sipil terhadap Komisi XIII DPR perihal pagu anggaran 2027. Dia mengatakan pihaknya kini telah menyetujui kenaikan anggaran Komnas HAM.
“Komisi XIII menyetujui kenaikan anggaran Komnas HAM karena ini terkait dengan proses penegakan HAM dan Asta Cita Presiden Prabowo. Dan itu juga dikonkretkan oleh Badan Anggaran dengan kenaikan Rp 25 miliar. Nah, sekarang mereka berantem sendiri,” kata Willy kepada wartawan di kompleks DPR, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Willy heran lantaran ada pihak yang menganggap Komisi XIII DPR tidak berpihak kepada Komnas HAM. Padahal, dia menegaskan, pihaknya memperjuangkan permintaan Komnas HAM tersebut.
“Nah, jadi inilah kemudian hajat sirajat bin mustajab itu. Entah dari mana-mana, ada bahasa kami tidak mengakomodasi. Justru kami yang kemudian memperjuangkan anggaran mereka untuk tidak hanya dipulihkan, melainkan dinaikkan sesuai dengan permintaan mereka,” ucap dia.
Kemudian, Willy juga menyoroti pernyataan pihak Komnas HAM perihal anggaran Rp 0 untuk penanganan tiga perkara HAM berat. Menurutnya, ada disinformasi yang disampaikan Komnas HAM.
“Nah, yang nol-nol di dalam presentasi mereka, itu dari mereka sendiri. Jadi ada suatu hal disinformasi yang ditimbulkan oleh mereka sendiri. Jadi, teman-teman nanti bisa lihat sendiri bagaimana komitmen DPR dan eksekutif dalam proses Komnas HAM ini, bahkan di rapat yang sebelumnya, ada proses penguatan dari Komnas HAM sendiri kami usulkan,” jelasnya.
“Nah, konteks inilah yang kemudian harus kita luruskan bersama-sama agar jangan ada distorsi. Nah, jadi ada dua dari mitra kami yang mendapatkan kenaikan anggaran: satu BPIP, yang satu Komnas HAM. Ini pas dengan Asta Cita Presiden yang pertama itu, tentang proses penguatan ideologi Pancasila dan penegakan HAM,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Willy membeberkan anggaran Komnas HAM yang akan disetujui. Dia menyebut tambahan anggaran untuk Komnas HAM sudah signifikan.
“Karena ini kenaikannya dari Rp 96 miliar yang mereka usulkan di-acc, ditambah Rp 25 miliar, kan signifikan. Mereka mengusulkan waktu itu Rp 40 miliar, yang di-acc Rp 25 miliar. Kan signifikan,” tutur dia.
