Partai NasDem Bedah Buku Naar de Republiek Karya Tan Malaka
Buku Naar de Republiek ditulis Tan Malaka pada tahun 1925 saat dalam pelarian dan menjadi salah satu fondasi penting dalam sejarah pemikiran politik dan kebangsaan Indonesia. Ketua Komisi XI DPR yang juga Ketua Korbin Ideologi Organisasi dan Kaderisasi DPP Partai NasDem Willy Aditya menyampaikan bahwa momentum 100 tahun buku Naar de Republiek menjadi kesempatan reflektif untuk meninjau kembali pondasi pemikiran dan perjuangan kebangsaan.
Dalam diskusi tersebut, Willy mengulas kiprah dan pemikiran Tan Malaka mulai dari Madilog hingga gagasan radikal dan revolusioner yang konsisten antara pikiran dan perbuatan.
Tantangan utama adalah bagaimana menjadikan gagasan Tan Malaka relevan dalam konteks politik modern saat ini.
Hadir sebagai pembedah antara lain sejarawan Asvi Warman, Airlangga Pribadi, Kusman dari Pascasarjana FISIP UNAIR, serta Khairunnisa alumnus RBN NasDem, dan diskusi modern Wekjen NasDem Dedy Ramanta.
“20 tahun sebelum Indonesia merdeka, Tan sudah menawarkan sebuah bentuk republik. Dan tidak hanya bentuk republik apa yang harus dilakukan dan berkesinambungan dengan situasi sekarang di tengah orang tidak puas dengan sistem politik kita dan ini bisa menjadi salah satu referensi untuk kita diskusikan. NasDem ini kan partai dengan pendekatan saintifik, yang cosmopolitan, yang berpikiran terbuka,” tutur Ketua Komisi XIII DPR Fraksi NasDem Willy Aditya.
