Posted on / by Willy Aditya / in Berita

Anggota Komisi I DPR Tagih Penjelasan TNI soal Tank Tabrak Gerobak dan 4 Motor

Anggota Komisi I DPR F-NasDem Willy Aditya meminta TNI menginvestigasi tuntas insiden kecelakaan tank hingga menabrak gerobak dan motor di Bandung Barat. Hasil investigasi itu juga diminta disampaikan secara terbuka kepada publik.

“Pertanyaan dan penasaran publik terhadap peristiwa yang terjadi jangan sampai menjadi isu negatif yang dapat mencemarkan TNI secara keseluruhan. Kalau POM dan Pendam Siliwangi sudah menyatakan akan melakukan penyelidikan, itu harus dilakukan dan disampaikan hasilnya ke publik,” kata Willy kepada wartawan, Kamis (10/9/2020).

Willy mengatakan ada aturan penggunaan peralatan perang yang dimiliki TNI. Menurutnya, insiden kecelakaan itu bukan sekadar kelalaian dari pengendara tank.

“Ada apa tank itu keluar dari kandangnya, perintah tugasnya seperti apa, apakah itu dalam rangka pelatihan. Beri penjelasan yang terang kepada publik,” ujar Willy.

“Alat perang itu tidak bisa sembarang keluar masuk. Bahaya kalau manajemen peralatan perang sembarangan. Beberapa tahun lalu itu ada peristiwa senjata yang bisa lolos digunakan untuk menyerang lapas. Ini tidak boleh menjadi pemakluman. Harus dijelaskan sesuai fakta,” imbuhnya.

Di sisi lain, Willy mengapresiasi langkah TNI melakukan penyelidikan dan mengganti kerugian warga sipil yang menjadi korban. Namun demikian, ia tetap menagih penjelasan TNI soal mengapa kendaraan tempur itu bisa keluar dari markas TNI.

“Kita patut apresiasi langkah cepat TNI untuk ganti rugi. Namun itu tidak menghapus kewajiban TNI untuk menjelaskan mengapa ada alat perang yang bisa keluar masuk pada hari itu,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR F-Gerindra Fadli Zon mengatakan kecelakaan tank bukan hal baru. Insiden kecelakaan alat tempur itu dinilai menjadi urgensi untuk melakukan modernisasi alutsista.

“Faktor kecelakaan antara lain dapat disebabkan beberapa hal seperti kelalaian manusia, kondisi mesin, faktor cuaca, dan manajemen. Namun yang jelas, kejadian ini menjadi catatan penting mengenai urgensi percepatan modernisasi alutsista,” ujar Fadli.

Fadli berharap modernisasi alutsista bisa berjalan dengan baik. Ia mengatakan Komisi I DPR yang bermitra dengan TNI akan mengawalnya.

“DPR melalui Komisi I DPR RI akan mengawal agar percepatan modernisasi alutsista dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar di media sosial Instagram satu unit tank milik TNI AD mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Raya Cipatat atau tepatnya depan Polsek Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (10/9). Video berdurasi 19 detik yang diabadikan oleh warga menunjukkan ada dua tank yang keluar dari Jalan Saguling, area PLTA Saguling, menuju Jalan Raya Cipatat.

Saat melaju, tank pertama berhasil berbelok dengan mulus. Namun tank kedua tersebut tak terkendali, lalu menghantam sepeda motor dan gerobak penjual gorengan. Panit Lantas Polsek Cipatat Ipda Nana mengatakan akibat kecelakaan tersebut gerobak dan sejumlah motor yang sedang berada di pinggir jalan mengalami kerusakan.

Pihak TNI memastikan tak ada korban jiwa dalam insiden tank menabrak motor-gerobak di Kabupaten Bandung Barat. Bahkan pihak TNI sudah mengganti kerugian yang dialami oleh warga. Insiden itu tengah diselidiki Pomdam.

“Sekarang tim sedang turun, kita masih menunggu proses penyelidikan dari POM,” ucap Kapendam III Siliwangi Kolonel Inf FX Sri Wellyanto di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Kamis (10/9).

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan