Posted on / by Willy Aditya / in Berita

Willy Aditya: Anies Sosok Figur yang Punya Standing Different Bagus!

Optika.id – Bangsa Indonesia ke depan jika ingin maju membutuhkan kepemimpinan yang benar-benar memiliki standing different yang tidak rata-rata. Dan itu ada pada pribadi Anies Baswedan.

Pendapat tersebut disampaikan Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya menjawab pertanyaan host Restu Diantina dalam podcast TirtoID dengan tema ‘Siapa Invisible Hands yang Ingin Menjegal Anies’ melalui channel Youtube, Kamis (10/8/2023).

Willy Aditya yang merupakan aktivis 98 menyatakan, negara ini sudah pernah dipimpin Gus Dur seorang kiai, dengan kapasitas dan kapabilitasnya. Ada Megawati Soekarnoputri sebagai tokoh oposisi perlawanan terhadap orde baru kala itu. Ada pula dari militer Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan intelektualnya. Dan sekarang Presiden Jokowi.

“Pejuang demokrasi menginginkan role model yang menjadi pemimpin Indonesia ke depan adalah orang yang memiliki rekam jejak, darah, keringat, air mata dalam proses penegakan demokrasi,” tutur Willy Aditya.

Dan yang paling penting, kata dia, adalah orang yang memiliki kapasitas. Tidak hanya sebatas otoritas historical tapi juga kapasitas. Terdapat diktum yang paling penting dalam geopolitik The Future is Asia.

Menurutnya, bisa dilihat bagaimana kebangkitan China, India, Korea, Iran, dan Pakistan. Negara-negara tersebut bangkit secara luar biasa. Dan perlu dicatat, Indonesia pernah menjadi titik episentrum ketika zaman Bung Karno.

“Dengan begitu kita butuh kepemimpinan yang benar-benar memiliki standing different yang tidak rata-rata. Dan itu ada pada diri Anies Baswedan,” ucapnya.

Faktor yang membuat Anies pemimpin yang wow adalah, sambung Willy Aditya, pertama karena relasi internasional. Juga faktor penguasaan terhadap masalah. Anies merupakan pemimpin yang benar-benar memiliki kecakapan berpikir dan bertindak.

“Anies dari SMA sudah di luar negeri. Dan memiliki jejaring di dalam dan luar negeri yang sangat luar biasa. Kapasitas dan modalitas itu mumpuni. Kita tidak hanya berhenti pada orang baik dan niat baik, tapi harus didukung dalam konteks kapasitas, kapabilitas dan integritas,” tandasnya.

Peliput: optika.id

Tinggalkan Balasan